Minggu, 31 Oktober 2010

Mengkhawatirkan, perkembangan HIV/AIDS di Solo

XAMTHONE PLUS Jus manggis untuk segala penyakit INSYA ALLAH MENCEGAH DAN MENGOBATI HIV - AIDS SECARA TUNTAS. AMIN. Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamthone.com UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.comDETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id
===
Mengkhawatirkan, perkembangan HIV/AIDS di Solo
Tanggal: Saturday, 30 October 2010
Topik: HIV/AIDS
sumber: http://aids-ina.org/modules.php?name=AvantGo&file=print&sid=3646

Solo Pos, 22 Oktober 2010

Banjarsari (Espos)
Ketua Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kota Solo, Budi Suharto, mengatakan penularan HIV/AIDS di Kota Solo memrihatinkan. Berdasar data KPA Solo, sejak Oktober 2005 hingga September 2010, ada 447 kasus terdiri dari positif HIV 187 kasus dan AIDS 260 kasus.

“Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang meninggal dalam kurun waktu itu ada 137 orang. Ini sangat mengkhawatirkan,” kata Budi saat membuka diskusi dengan jurnalis bertema Mari Berbicara HIV/AIDS di Ramayana Resto, Kamis (21/10).

Menurut Budi, penanggulangan melalui sosialisasi yang saat ini dilakukan perlu dievaluasi. ”Sepertinya sudah ndesa, tidak sesuai perkembangan zaman,” katanya. Ia menilai perlu ada terobosan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya HIV/AIDS.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo ini, perlu ada inovasi baru dalam metode advokasi HIV/AIDS dan metode klinis pengujian HIV/AIDS. Untuk mewujudkan itu, Pemkot Solo akan menambah anggaran untuk KPA dalam APBD Kota Solo.

Pada 2010 ini KPA Kota Solo mendapatkan dana Rp 75 juta. Rencananya, Pemkot Solo akan meningkatkan alokasi anggaran untuk KPA menjadi Rp 100 juta pada tahun depan.

”Dukungan dana ini untuk meningkatkan semangat KPA Kota Solo agar semakin gencar berkampanye dan menyosialisasikan upaya penanggulangan HIV/AIDS,” paparnya. Selain itu, Pemkot juga akan memberikan fasilitas kantor yang memadai untuk KPA Kota Solo.

”Saat ini memang sempit, akan segera diusahakan yang lebih layak,” katanya. Pembicara dalam acara itu, Dewi Puspaningrum, mengatakan penanganan kasus HIV/AIDS harus dilakukan secara bersama-sama oleh semua pihak.

Penanggulangan, advokasi dan penanganan kasus HIV/AIDS harus ditangani bersama oleh LSM, masyarakat, pemerintah dan media massa. Peran media massa dalam memberikan informasi mengenai HIV/AIDS sangat berpengaruh terhadap perilaku masyarakat.

”Pandangan dan stigma negatif masyarakat terhadap ODHA sedikit banyak dipengaruhi oleh media massa,” kata Dewi. Pesan yang setengah-setengah dan berita yang bombastis akan semakin membuat stigma ODHA semakin buruk.

”Maka perlu ada pembelajaran agar berita itu dapat memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa menimbulkan stigma negatif,” paparnya.

Salah satu ODHA yang juga Koordinator Solo Plus, Agus Badrullah Zaman, mengatakan ODHA di Indonesia masih mendapat perlakuan yang diskriminatif. ”Termasuk di lingkungan kesehatan,” katanya.

ODHA yang bersikap tertutup akan memperparah kondisi dan menyebabkan kematian. Acara ini terselenggara atas kerjasama SPEK-HAM dengan KPA Kota Solo. - m86/pra

Sumber:
Solo Pos

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer XAMTHONE PLUS JAMBI